PERTEMUAN 1 STATISTIKA

Pengertian Statistika dan Simbol Sigma

A. Pengertian Statistika

Statistika adalah Suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh.

Sebagai suatu bidang studi, statistik memiliki dua bagian utama, yaitu : 1. Statistika Deskriptif adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan dataukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data. Sebagai contoh, berikut saya sertakan grafik data harian pengunjung nurussadad.

Dari grafik tersebut dapat diketahui berapa jumlah orang yang mengunjungi nurussadad.data tersebut dikumpulkan berdasarkan data dari hari ke hari lalu di oleh dan di sajikan dalam bentuk grafik. Dari data tersebut dapat terlihat jelas statistik pengunjung tertinggi adalah 324 pada bulan mei tanggal 8 dan pengunjung terendah adalah 20, pada bulan april tanggal 16.
Sumber Kutipan = https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika_deskriptif

2. Statistika Inferensi (Statistika Induktif) adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.

Contoh : Riset yang dilakukan di perusahaan obat menemukan obat jenis baru cukup mahal untuk diproduksi sehingga perlu dilakukan uji coba terhadap sampel pasien dengan jumlah kecil atau sedikit.

SumberKutipan = https://brainly.co.id/tugas/920453


B. Kegunaan Statistika dalam berbagai bidang :

• Statistika Dalam Bidang Ekonomi

Badan pusat statistik melakukan sensus setiap 10 tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan ekonomi di Indonesia.Data ekonomi yangtelah diperoleh dapat memberitahukan apakah perekonomian negara ita mengalami peningkatan atau penurunan. Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan sebagai tolok ukur perkembangan negara Indonesia dengan negara-negara lain. Statistika memiliki peranan penting dalam bidang ekonomi seperti pengumpulan data mengenai perkembangan harga, permintaan dan lain sebagainya. Selain itu juga dapat menghitung pertumbuhan ekonomi, inflasi, jumlah uang yang beredar, tingkat kemiskinan dan jumlah pengangguran di negara kita.

• Statistika Dalam Bidang Sosial

A. Sensus Penduduk

      Untuk mengetahui jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur, tingkat kelahiran, tingkat kematian, tingkat perpindahan, sebaran penduduk, dan sebagainya.

B. Survey Struktur Upah

      Untuk mendapatkan data struktur dan sistem pengupahan di beberapa perusahaan berskala besar maupun sedang untuk jenis pekerjaan tertentu.

• Statistika Dalam Bidang Keperawatan

a. Menentukan penyebab timbulnya penyakit baru yang belum diketahui.

b. Analisis berbagai penyakit selama periode waktu tertentu.

c. Menguji manfaat obat bagi penyembuhan penyakit.

SumberKutipan=http://tiodoranaomi.blogspot.com/2015/11/pemanfaatan-statistika-di-berbagai.html

C. Pengetahuan tentang statistik membantu untuk :

1. Menjelaskan hubungan antar variabel.

2. Membuat keputusan lebih baik.

3. Mengatasi perubahan-perubahan.

4. Membuat rencana dan ramalan.

5. Dan masih banyak manfaat yang lain.

D. Tahap-tahap dalam statistik adalah :

1. Pengumpulan data (collecting the data)

Sebelum melakukan pengolahan data, ada bebarapa tahap yang harus dilakukan. Sedangkan setelah analisis data yaitu suatu proses penyederhanaan data, maka dapat dilakukan interpretasi data dengan mudah.
Kuesioner merupakan alat pengumpul data yang digunakan untuk survai, guna memudahkan proses selanjutnya, sebaiknya dalam kuesioner telah tersedia kolom untuk koding. Pengumpulan data dapat berupa.

  • Pengumpulan data seluruh populasi (disebut metode sensus atau metode penelitian populasi)
  • Pengumpulan sampel (sebagian data yang mewakili populasi)

2. Penyusunan data (organizing the data)

Editing

Data lapangan yang ada dalam kuesioner perlu diedit, tujuan dilakukannya editing adalah untuk:

  • Melihat lengkap tidaknya pengisian kuesioner.
  • Melihat logis tidaknya jawaban.
  • Melihat konsistensi antar pertanyaan.

Koding Data

Dilakukan untuk pertanyaan-pertanyaan:

  • Tertutup, bisa dilakukanpengkodean sebelum ke lapangan.
  • Setengah terbuka, pengkodean sebelum dan setelah dari lapangan.
  • Terbuka, pengkodean sepenuhnya dilakukan setelah selesai dari lapangan.

Pengolahan Data

Paling tidak ada dua hal yang perlu dilakukan ketika melakukan pengolahan data:

  • Entry data, atau memasukan data dalam proses tabulasi.
  • Melakukan editing ulang terhadap data yang telah ditabulasi untuk mencegah terjadinya kekeliruan memasukan data, atau kesalahan penempatan dalam kolom maupun baris tabel.

3. Penyajian data (presenting the data)

Agar mudah dibaca dan dilihat secara visual, maka data dibuat dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram.

4. Analisis Data (analyzing the data)

Data yang disusun dianalisis dengan metode statistik (rata-rata, variasi, korelasi, atau regresi) untuk memperoleh gambaran keseluruhan.

Ketika kita memutuskan untuk melakukan analisis data menggunakan alat statistika, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Dari mana data diperoleh, apakah berasal dari sampel (melalui proses sampling) atau dari populasi (dengan cara sensus)
  • Jika berasal dari sampel apa teknik sampling yang digunakan, apakah termasuk kelompok sampling probabilitas atau non probabilitas.
  • Memakai skala apa data diukur, apakah menggunakan skala nominal, ordinal, interval, atau rasio.
  • Bagaimana hipotesis yang dibuat apakah perlu dilakukan pengujian satu
  • arah atau dua arah kalau memakai statistika inferensial.

5. Interpretasi data (interpreting the data)

Data disimpulkan untuk memperoleh data yang benar. Aplikasi statistik dalam penelitian harus didokumentasikan. Sebelum memilih metode statistik untuk proyek penelitian. Pengetahuan tentang skala pengukuran adalah salahsatu prasyarat utama dalam penelitian statistik. Skala pengukuran dilakukan dengan alokasi nilai-nilai numerik untuk karakteristik sesuai dengan aturan-aturan tertentu. Pengukuran dapat berupa kuantitatif atau kualitatif. Hal-hal lai yangt termasuk dalam tingkatan pengukuran kuantitatif termasuk diantaranya aspek interpretasi dan analisis paragraf, sedangkan tingkat pengukuran kuantitatif berfokus pada langkah-langkah seperti nominal, ordinal, rasio tingkat internal dan pengukuran.

Sumberkutipan=https://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/04/26/statistik-spss-konsep-statistik/#more-2048

E. Populasi, Sampel dan Data.

Populasi adalah seluruh elemen yang akan diteliti.

Sampel adalah elemen yang merupakan bagian dari populasi.

Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya

F. Jenis-jenis pengambilan sampel yaitu :

1. Random sederhana (simple random sampling).

Adalah pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi mempunya kesempatan yang sama untuk menjadi sampel.

Contoh Pengambilan Sampel Metode Acak Sederhana:
Dalam suatu penelitian dibutuhkan 30 sampel, sedangkan populasi penelitian berjumlah 100 orang. Selanjutnya peneliti membuat undian untuk mendapatkan sampel pertama.

Setelah mendapatkan sampel pertama, maka nama yang terpilih dikembalikan lagi agar populasi tetap utuh sehingga probabilitas responden berikutnya tetap sama dengan responden pertama. Langkah tersebut kembali dilakukan hingga jumlah sampel memenuhi kebutuhan penelitian.

2. Random berstrata (Stratified Random Sampling)

Adalah pengambilan sampel yang populasinya dibagibagi menjadi beberapa bagian/stratum. Anggota-anggota dari stratum dipilih secara random, kemudian dijumlahkan, jumlah ini membentuk anggota sampel.

Contoh pengambilan sampel metode berstrata:

Penelitian mengenai motivasi kerja pada manajer tingkat atas, manajer tingkat menengah dan manajer tingkat bawah. Proses pengacakan diambil dari masing-masing kelompok tersebut.

3. Sistematis (Systematic Sampling).

Adalah pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentudari populasi yang telah disusun secara teratur dan diberi nomer urut.

Contoh Sampel Acak Sistematis :

Pengambilan sampel pada setiap orang ke-10 yang datang ke puskesmas. Jadi setiap orang yang datang di urutan 10,20,30 dan seterusnya maka itulah yang dijadikan sampel penelitian.

4. Luas/Sampel Kelompok (Cluster sampling).

Adalah pengambilan sampel tidak langsung memilih anggota populasi untuk dijadikan sampel tetapi memilih kelompok terlebih dahulu. Yang termasuk sebagai sampel adalah anggota yang berada dalam kelompok terpilih tersebut. Jika kelompok-kelompok tersebut merupakan pembagian daerah-daerah geografis, maka cluster sampling ini disebut juga area sampling. Tujuan metode Cluster Random Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu instansi.

Contoh sampel acak kelompok :

penelitian tentang kepuasan pasien di ruang rawat inap, ruang IGD, dan ruang poli di RS A dan lain sebagainya.

Sumber:https://salamadian.com/teknik-pengambilan-sampel-sampling/

G. Pembagian data dapat dibedakan menurut :

1. Sifatnya

a. Data kualitatif ialah data yang disajikan bukan dalam bentuk angka, misalnya agama, jenis kelamin, daerah, suku bangsa, pangkat pegawai, jabatan pegawai dan sebagainya.

b. Data kuantitatif ialah data yang disajikan dalam bentuk angka.

Data ini terbagi menjadi :

1) Data kontinu adalah data yang satuannya bisa dalam pecahan.

2) Data diskret adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan.

2. Waktunya.

a. Data silang (Cross Section) ialah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu tersebut, misalnya jumlah warga DKI Jakarta menurut asal dan agama pada tahun 1999.

b. Data Berkala (Time Series) ialah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, misalnya data angka kematian dan kelahiran dari tahun ke tahun di Indonesia yang cenderung membesar dan mengecil.

3. Cara memperolehnya.

a. Data primer ialah data yang didapatkan langsung dari responden misalnya data pegawai negeri sipil di BAKN, data registrasi mahasiswa di suatu universitas dan sebagainya.

b. Data Sekunder ialah data yang diambil dari data primer yang telah diolah, untuk tujuan lain, misalnya data perkawinan antara umur 10 s/d 20 tahun di Indonesia yang diambil dari departemen Agama untuk tujuan analisa pola perkawinan setiap suku bangsa di Indonesia.

4. Sumbernya.

a. Data Internal ialah data yang menggambarkan dari keadaan di dalam suatu organisasi, misalnya dari suatu universitas ialah data dosen, jumlah mahasiswa, data kelulusan dan sebagainya.

b. Data Eksternal ialah data yang dibutuhkan dari luar untuk kebutuhan suatu organisasi tersebut.

H. Syarat Data yang baik adalah :

1. Benar/Obyektif.

2. Mewakili/Wajar (representative).

3. Dipercaya, artinya kesalahan bakunya kecil.

4. Tepat waktu (up to date).

5. Relevan (data yang dikumpulkan ada hubungannya dengan permasalahannya).

I. Proses Pengukuran dan Jenis-jenis Skala Pengukuran.

Variabel (peubah) adalah karakteristik-karakteristik yang terdapat pada elemen-elemen dari populasi tersebut.

Contoh : Pada masyarakat, elemennya adalah manusia, karakteristiknya misalnya : penghasilan, umur, pendidikan, jenis kelamin dan status perkawinan yang merupakan variabel-variabel dalam penelitian.

J. Variabel terbagi atas :

1. Variabel kualitatif (kategori). Contoh:Tingkat Pendidikan ,Jenis kelamin dsb.

2. Variabel kuantitatif (Numerik). Contoh : Penghasilan, umur, jumlah keluarga, dsb.

K. Untuk analisa data penelitian, diperlukan macam-macam ukuran skala yaitu :

1. Skala Nominal (Skala Klasifikasi).

Adalah skala yang hanya mempunyai ciri untuk membedakan skala ukur yang satu dengan skala ukur yang lain. Contohnya : agama, jenis kelamin

2. Skala Ordinal.

Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan juga mempunyai untuk mengurutkan pada rentangan tertentu. Contohnya : tingkatan pertumbuhan manusia (bayi, balita, remaja, dewasa)

3. Skala Interval.

Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan dan mengurutkan juga mempunyai ciri jarak yang sama. Contohnya: berat badan, umur

4. Skala Rasio. Adalah skala yang mempunyai 4 ciri yaitu membedakan, mengurutkan , mempunyai jarak yang sama dan mempunyai titik nol yang berarti sehingga dapat menghitung rasio atau perbandingan diantara nilai. Contohnya : suhu badan atau ruangan.

L. Simbol Sigma

Sumber=https://www.rumusstatistik.com/2014/02/sifat-sifat-dari-notasi-sigma.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s